Selat solo. Selat solo (Javanese for: "Solo salad") is a Javanese dish influenced by Western cuisine; it is a specialty of Solo city, Central Java, Indonesia. It consists of braised beef tenderloin served in thin watery sauce made from a mixture of garlic, vinegar, kecap manis (sweet soy sauce), Worcestershire sauce, water, and spiced with nutmeg and black pepper. It is served with hard boiled egg and.

  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • LiveJournal
Selat, a localization of 'salad', is considered healthy due to the veggies, though it also contains animal products such as beef and boiled eggs. Selat Solo is a delicious steak with Javanese and Dutch flair. It is a popular dish in Solo , with a long history there, originating from the Dutch colonial era.

Apakah anda sedang mencari ide untuk resep selat solo yang unik? Cara menyiapkannya memang tidak terlalu sulit namun tidak gampang juga. Jika keliru mengolah maka hasilnya akan hambar dan bahkan tidak sedap. Padahal selat solo yang enak harusnya sih mempunyai aroma dan cita rasa yang mampu memancing selera kita.

Banyak hal yang sedikit banyak mempengaruhi kualitas rasa dari selat solo, pertama dari jenis bahan, kemudian pemilihan bahan segar, sampai cara mengolah dan menghidangkannya. Tidak usah pusing jika mau menyiapkan selat solo enak di rumah, karena asal sudah tahu triknya maka hidangan ini mampu jadi suguhan spesial.

Selat solo (Javanese for: "Solo salad") is a Javanese dish influenced by Western cuisine; it is a specialty of Solo city, Central Java, Indonesia. It consists of braised beef tenderloin served in thin watery sauce made from a mixture of garlic, vinegar, kecap manis (sweet soy sauce), Worcestershire sauce, water, and spiced with nutmeg and black pepper. It is served with hard boiled egg and.

Nah, kali ini kita coba, yuk, ciptakan selat solo sendiri di rumah. Tetap berbahan yang sederhana, hidangan ini bisa memberi manfaat dalam membantu menjaga kesehatan tubuh kita. Anda dapat menyiapkan Selat solo menggunakan 32 jenis bahan dan 7 langkah pembuatan. Berikut ini cara untuk membuat hidangannya.

Bahan-bahan dan bumbu yang digunakan dalam pembuatan Selat solo:

  1. Gunakan Kuah semur:.
  2. Ambil 1/4 daging sapi bagian otot.
  3. Siapkan 5 siung bawang merah.
  4. Ambil 3 siung bawang putih.
  5. Gunakan 1 sdt merica.
  6. Sediakan 1 buah pala.
  7. Sediakan secukupnya Garam dan gula.
  8. Gunakan Royco rasa sapi.
  9. Gunakan secukupnya Kecap.
  10. Ambil 1 buah tomat sayur.
  11. Gunakan Air secukupnya/1liter.
  12. Ambil Saus selat:.
  13. Gunakan 3 butir telur direbus.
  14. Siapkan 2 siung bawang merah.
  15. Gunakan 5 butir merica.
  16. Siapkan 1/2 pala.
  17. Gunakan 1 sdm gula pasir.
  18. Gunakan 1 sdt cuka.
  19. Siapkan 1 sdt maizena dilarutkan 1sdm air sisihkan.
  20. Gunakan 1 cangkir air.
  21. Sediakan Sayuran :.
  22. Siapkan Daun selada.
  23. Ambil 3 buah wortel.
  24. Gunakan 1 ikat buncis.
  25. Ambil Acar:.
  26. Sediakan 1 buah timun potong2 acar.
  27. Sediakan secukupnya Lombok hijau.
  28. Sediakan Cuka.
  29. Gunakan Gula.
  30. Sediakan secukupnya Air matang.
  31. Siapkan Pelengkap:.
  32. Sediakan Tomat buah iris2.

You should really try this Javanese beef steak if you visit Solo. Steak biasanya dikenal sebagai makanan ala western. Akan tetapi, Indonesia juga punya loh makanan khas berupa steak. Makanan yang sering disebut bistik Jawa ini bernama Selat Solo.

Langkah-langkah membuat Selat solo:

  1. Kuah semur: iris2 bawang merah dan bawang putih, haluskan merica dan pala campur ke bawang2 iris, lumurkan ke daging yang dipotong2 sesuai selera. Diamkan 15 menit, siapkan presto..
  2. Tumis daging tadi di dalam presto hingga dagingnya berubah warna bubuhi kecap, lalu masukkan air, dan presto sekitar 30 menit. Setelah tombol indikasi turun, pindahkan ke panci biasa, lalu bubuhi tomat, didihkan lagi, masukkan gula dan garam, gulanya dikit saja, cek rasa, sesuaikan selera, kalau umi suka rasa gurih, jadi lbh banyak garamnya. Matikan apinya..
  3. Saus: pisahkan kuning telur dari putihnya. Haluskan bawang merah, merica dan pala di cobek, masukkan kuning telur, lembutkan lalu pindah ke panci kecil. Masukkan air dan masak hingga mendidih, bubuhi gula, cuka dan air maizena. Aduk rata hingga mendidih dan mengental. Matikan api, sisihkan..
  4. Acar: campur saja timun yg sudah diiris, lombok di utuhkan, kemudian bubuhi air matang, gula dan cuka. Sisihkan hingga fermentasi menjadi acar. Sisihkan..
  5. Sekarang kukus potongan wortel dan buncis. Setelah lunak tiriskan. Rebus kentang bersama garam lau goreng..
  6. Atur di dalam piring sbb: 1. Taruh daun selada di dasar piring, masukkan wortel dan buncis diatasnya,. 2. Putih telur diiris2 masukkan di piring. 3. Masukkan saus 1 sdm saja. 4. Masukkan daging dan kuahnya sesuai selera. 5. Bubuhi acar di pinggirnya. Tadi umi ga bikin acaranya, lupa beli timun..
  7. Pelengkap lainnya yg tidak ada di foto piring saji bisa ditambahkan juga 1. Nanas potong2 dadu. 2. Kentang dipotong2 kasar lalu digoreng. Atau bisa juga pakai kentang rebus lalu dihaluskan dan dibubuhi garam sedikit..

Tak dipungkiri, kemunculan makanan ini memang terpengaruh dengan masa penjajahan Belanda. Ketika itu, kaum menengah memadukan makanan khas Belanda dengan cita rasa lokal. Selat Solo ini sudah pernah saya posting resepnya dulu kala, namun kini saya recook ulang karena ini adalah salah satu masakan yang favorit. Rasanya yang nano-nano, manis, asam, asin, gurih, berpadu dengan indahnya dalam sebuah piring. Selat Solo walau menjadi masakan tradisional daerah Solo namun sebenarnya merupakan kuliner yang mendapatkan.

Inilah artikel membuat Selat solo, monggo dilakukan ditempat anda dengan memperhatikan semua bumbu bumbu dan cara masak detail itu. Ingat dibookmark halaman ini jadi anda mampu dengan cepat kembali kesini bila ada yang terlupa atau ingin mencari artikel resep menarik yang diinginkan. Atau berikan email anda, supaya selalu mendapatkan update resep terenak dari kami. Happy Cooking. Inspirasi Resep didapatkan dari: https://cookpad.com

“Setiap pagi kita dilahirkan kembali, apa yang kita lakukan hari ini adalah yang terpenting.”